Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Laman

Kamis, 18 Desember 2014

Jogja Dalam Kenangan



Jogjakarta adalah tempat yang sejak dulu menjadi salah satu destinasi favorit. Entahlah, rasanya saya seperti memiliki semacam “chemistry”, buat saya Jogja adalah kota yang paling ingin saya tinggali ke 2 setelah Bandung. Setahun yang lalu, dengan rencana yang serba mendadak, saya dan teman-teman kantor mengadakan perjalanan ke Jogjakarta. Dasar rencana mendadak, segalanya menjadi serba instant dan tentu saja jadwal perjalanan hampir sedikit amburadul. Beberapa tujuan tidak tercapai karena kesalahan kami merencakan perjalanan (itinerary) dan tentu saja keegoisan beberapa peserta yang lebih mengedepankan egonya sehingga perjalanan menjadi tidak kompak. Akan tetapi terlepas dari semua itu, perjalanan pertama ke Jogja menjadi hal yang mengesankan buat saya.

Rabu, 24 September 2014

Siapkan Dana Pendidikan Sejak Dini

Ayah bunda, setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, terutama pendidikan. Biaya pendidikan anak merupakan salah satu hal yang tak boleh dilalaikan untuk disiapkan, apalagi perkiraan biaya pendidikan naik 20 persen setiap tahunnya, jauh lebih besar daripada perubahan inflasi dan kenaikan gaji. Ada beberapa tips yang aku peroleh dari buku-buku yang aku banya mengenai cara mempersiapkan dana pendidikan anak:

Jumat, 29 Agustus 2014

kangen

ada kerinduan yang menguap, saat membuka kembali file2 blog ini..

sungguh aku kangen

:)

Rabu, 02 Oktober 2013

Investasi itu mudah

lama gak posting...

Belakangan ini aroma berinvestasi sedang menjadi trending topic di kantor ku. Setiap jam makan siang, atau setiap perbincangan selalu mengarah kepada percakapan tentang investasi, apapun topiknya selalu nyambung membahas investasi.

Kamis, 18 Juli 2013

Dear Hafiz

Sedih. mungkin ini yang aku rasakan selama seminggu ini. Sejak Hafiz memutuskan untuk tinggal dan sekolah dirumah neneknya di Kampung. Duuuh, separuh hatiku pergi.

Aku belajar menghargai keputusannya, belajar bagaimana rasanya kehilangan, bukankah itu demi masa depan dia? demi kebaikannya, semoga disana Hafiz menjadi lebih mandiri dan tidak manja lagi.

aku sebenarnya ga yakin dengan keputusan ini, Hafiz masih terlalu kecil untuk memutuskan sesuatu, tapi aku belajar menghargainya, belajar memahaminya, toh kalopun tetap tinggal bersamaku Hafiz masih tetap tinggal bersama nenek. Nasib ibu yang bekerja.

Disana mungkin dia lebih merasa nyaman dan bebas. Semoga.

Sepanjang hari, sepanjang malam, rasa sedih ini tetap menghantui. Rasa kehilangan ini.... 

sudahlah, satu yang pasti, aku selalu mendoakan untuk kebaikannya. Semoga ini yang terbaik.

Hafiz, you know how much i love u..


Setahun sudah

Rasanya seperti mimpi. Waktu berlalu begitu singkat. Tepat tanggal 12 Juni 2013 lalu, putri kecilku merayakan ultahnya yang pertama.


Senin, 17 September 2012

Syafa Diandra Kamila



sama Kakak Hafiz :)
Putri kecilku ini lahir tanggal 12 Juni 2012, jam 02.12 WIB. Aku memang pernah melahirkan tapi tetap saja proses itu menjadi sesuatu yang menakutkan. Kematian tiba-tiba telah membayangi sejak dokter memutuskan janin yang sedang aku kandung itu harus segera dilahirkan. Ya, aku harus segera melahirkan karena kondisi ketuban yang udah keluar sedang aku tak merasakan perasaan mules atau apapun. Aku takut ga bisa melahirkan normal, aku takut bayiku tak sempurna, aku takut di sesar, halaaaah berbagai macam rasa takut hadir dipelupuk mataku.

Minggu, 16 September 2012

Mencumbui Malam

Mencumbui  pekatnya malam dalam sujud panjang
Waktu seolah berhenti
Betapa sia-sia waktu yang telah terlewati
Tak ada yang tersisa selain penyesalan


Rabu, 29 Agustus 2012

Lirih

Hujan lirih ditepian hatimu
Melagukan simfoni yang menggigil 
Adakah waktu menyimpan rekah
Menunggu saat untuk meluap

In memorian Pa Ade

Entah kenapa aku merasa perlu untuk mengenang beliau. Kematiannya yang tiba-tiba membuatku tak pernah bisa melupakannya. Sosoknya, kebaikan-kebaikannya, tingkahnya, ya semua tentangnya mungkin tidak hanya aku saja, semua orang di kantor merasa demikian.

Aku Datang Lagi ^__^

Lama sudah ruang ini kutinggalkan. Ada rindu yang hadir tiba-tiba. Mengalihkan banyak hal, memaksaku untuk menengok jejak yang tlah kutinggalkan di sini. Apa kabar kawan? Semoga kalian bahagia selalu.


Senin, 05 Maret 2012

Selamat datang Maret..

Hmm.. dah lama ga nengok ruang ini, kangen sekali rasanya. Dan Maret.. hei kau datang lagi, menggenapkan usiaku, semakin berkurang jatah hidupku, semakin bertambah hitungan usiaku. Sudah tua rupanya ^_^.  Menjadi tua, hhhhmmmm kira-kira apa ya yang kita bayangkan??

Menjadi tua harusnya menjadikan kita semakin dewasa, bijak, atau hanya sebatas bertambahnya usia saja, lalu menjadi bongkok dan beruban (masih 30 tahun lagi) hehehe...

Maret adalah kenangan, Maret adalah kehadiran, Maret adalah ketika aku merenungi diri seiring dengan pertambahan usia.

Betapa aku merindukan masa kecil ku...^_^

Sabtu, 14 Januari 2012

Kembali

Kekasih jiwaku telah bersabda, tiada kesulitan tanpa kemudahan, tiada kesukaran tanpa jalan keluar dan takkan menimpakan masalah jika kita takkan sanggup memikulnya, dan aku memaknainya dalam sunyi, ketika aku hanya berdua dengan Nya, mengadukan seluruh kesahku dengan airmata yang tumpah ruah laksana bah, dan ternyata aku tak bisa melalui semua ini tanpa kepasrahan untuk mengembalikan seluruh beban hidupku pada Nya, pada kekasih jiwaku.

Menjadi apatis atau idealis

beberapa hari lalu klien kami (klien tetap) datang ke kantor untuk mengurus dokumen pertanahannya, setelah menyelesaikan tanda terima dokumen, aku tanya-tanya permasalahannya. Usut punya usut dia memiliki sebidang tanah yang belum memiliki PBB dan sertipikat, dia bercerita bahwa dia "malas" untuk bayar PBB karena dalam setahun dia dikenakan pajak sebesar Rp. 6.000.000,00 untuk kurang lebih tanah seluas 3.450 m2, dan pernah pula dia didatangi oknum orang pajak yang katanya bersedia untuk mengurus PBB nya tapi klien kami harus membayar sebesar Rp. 500.000.000,00. Sangat mahal sekali karena perkiraan harga tanah itu kalaupun dijual paling laku 1 M, menurut dia.

Kamu seperti angin

kamu seperti angin
suatu ketika melenakanku dalam sepoimu nan lembut
damai, menyejukkan